Design Roadmap Pengembangan Diri
Khoerunnisa Rahayu
111811133066
Pengembangan Diri A-1
Nama saya Khoerunnisa Rahayu. Lahir di Jakarta, 24 Februari 2001. Diumur yang sudah bukan digolongkan sebagai anak kecil lagi, saya harus mulai memikirkan masa depan saya, akan jadi apa saya nanti dan akan seperti apa saya nanti. Saya menyadari, bahwa seiring kita tumbuh dan berkembang, maka akan menghadapi berbagai macam perubahan-perubahan, baik dalam diri sendiri, maupun lingkungan sekitar. Pada tahap inilah kita dituntut mampu untuk mengembangkan diri menjadi versi diri kita yang lebih baik.
Pada pengembangan diri, terdapat konsep bernama Appreciative Inquiry. Menurut salah satu presentasi mata kuliah Pengembangan Diri Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, Appreciative Inquiry ialah sebuah proses menggali, belajar dan mengenali potensi, atau pengalaman berharga baik bagi organisasi dan individu, sebagai modal berharga untuk melakukan perubahan dan mencapai impian. Appreciative Inquiry sendiri memiliki 4 siklus yang diberi nama siklus 4D. Apa saja siklus 4D itu? Siklus 4D dalam Appreciative Inquiry ialah discovery, dream, design, dan destiny.
Di kesempatan kali ini, saya akan menganalisis siklus 4D ini untuk saya gunakan untuk pengembangan diri saya sendiri. Pada siklus pertama, discovery, saya harus terlebih dahulu mengenali dan menggali kekuatan-kekuaran yang ada pada diri saya. Hal pertama yang saya lakukan ialah mengenali kepribadian saya melalui alat tes Myers-Briggs Type Indicator atau yang dikenal sebagai MBTI. Pada hasil tes kepribadian menggunakan MBTI ini, ditunjukkan bahwa saya memiliki kepribadian ENFP. Apa itu ENFP? ENFP merupakan singkatan dari Extrovert, Intuition, Feeling, dan Perceiving.
Singkatnya, orang dengan kepribadian extrovert akan bersemangat jika berada ditengah-tengah banyak orang, suka menjadi pusat perhatian, lebih banyak bicara daripada mendengarkan, lebih terbuka terhadap orang lain. Kemudian, orang yang intuitive (menggunakan intuition) cenderung mempercayai inspirasi, menyukai ide baru dan gagasan dengan caranya sendiri, dan menghargai inovasi serta imajinasi. Selanjutnya, orang yang lebih banyak menggunakan feeling lebih mempertimbangkan perasaan orang lain dalam berkomunikasi, menghargai empati dan harmoni dalam relasi, dan tampak lebih emosional jika menyampaikan informasi serta cenderung kurang asertif. Terakhir, perceiving. Orang yang perceiving suka memberikan opsi terbuka, lebih fleksibel terhadap tujuan yang sebelumnya telah ditetapkan, tidak mudah panik menghadapi situasi yang berbeda, serta berbicara secara spontan.
Dapat disimpulkan bahwa saya merupakan orang yang sangat suka bicara dan berinteraksi dengan orang lain, mempercayai inspirasi, lebih mempertimbangkan perasaan dibandingkan logika, menghargai empati dan harmoni dalam berelasi, serta fleksibel terhadap tujuan yang sebelumnya telah ditetapkan. Menurut hasil tes MBTI ini, kekuatan yang dimiliki oleh seorang dengan kepribadian ENFP ialah selalu memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap segala sesuatu, merupakan seorang yang observer, energik dan sangat antusias saat melakukan sesuatu, komunikator yang baik, rileks, dan sangat populer dan ramah. Hal ini benar adanya. Saya tahu betul bahwa hal yang disebutkan sebelumnya terdapat di dalam diri saya.
Kemudian, jika menggunakan konsep Emotional Intelligence, saya menyadari betul kapan dan bagaimana saya merasakan suatu emosi tertentu. Jika saya sedang senang, saya akan cenderung menunjukkan emosi senang ini kepada orang lain. Contohnya, saya menyapa orang lain, banyak tersenyum, nada suara saya sedikit lebih tinggi dari biasanya, dan santai seperti tidak ada beban. Biasanya, saya akan merasakan senang jika tidak ada yang mengganggu pikiran saya saat itu, atau ada sesuatu atau seseorang yang membuat hari saya lebih menyenangkan. Kemudian, jika saya sedang sedih, saya cenderung diam dan meminimalkan pembicaraan dengan orang lain. Hal ini saya lakukan karena saya takut jika saya berbicara, saya mungkin akan menyakiti hati orang lain tersebut secara tidak sengaja. Maka, langkah yang saya lakukan ialah diam, menjauh dari keramaian, kemudian menonton video youtube sebagai coping stress saya. Begitupun ketika saya sedang marah. Saya akan melakukan hal yang kurang lebih sama seperti saya sedang sedih. Yang terakhir, ketika saya sedang merasakan takut yang berlebih, saya langsung beribadah memohon lindunganNya. Saya mohon ampun dan meminta maaf kepadaNya dan mengatakan bahwa saya bergantung padaNya atas segala ketakutan yang saya rasakan. Dengan ini, saya merasa bahwa saya sudah cukup mengenali diri saya sendiri, meski masih ada beberapa hal yang perlu saya gali kembali. Namun, dengan mengenali diri seperti ini, saya menjadi lebih tahu harus apa untuk menghadapi situasi apapun.
Berdasarkan teori manajemen konflik, dalam menghadapi suatu konflik, saya merupakan tipe The Owl (Negotiating). Tipe ini lebih suka menghadapi konflik secara langsung, mudah beradaptasi dalam lingkungan sosial, pandai melakukan negosiasi serta pandai berkomunikasi.
Siklus selanjutnya ialah Dream. Pada dream ini, kita diminta untuk mengenali impian, dan visi kedepan tentang diri. Yang harus dilakukan ialah goal setting atau menetapkan tujuan. Tujuan yang akan saya capai ialah menjadi Psikolog Klinis Anak dan Remaja. Bersamaan dengan itu, saya juga memiliki tujuan untuk membuat buku perkembangan anak dan remaja serta mendirikan sebuah Yayasan Tumbuh Kembang Anak dan Remaja serta menjadi pembicara pada seminar tumbuh kembang anak.
Bagaimana saya mendapatkan tujuan-tujuan tersebut? Pada siklus ketiga, yaitu design, saya merancang roadmap perjalanan yang nantinya akan saya tempuh untuk mencapai tujuan tersebut. Roadmap ini berisi apa yang akan saya lakukan selama 10 tahun ke depan.
Pada tahun 2020, saya mengikuti student exchange program yang disediakan oleh Universiti Utara Malaysia. Karena pada tahun 2019 saya sudah mendaftar program pertukaran pelajar antara Universitas Airlangga dengan Universiti Utara Malaysia dan telah diterima, maka pada Februari 2020 saya akan melanjutkan semester 4 saya disana dengan 9 orang teman yang juga diterima. Disana, saya akan menjadi mahasiswa mobility inbound selama satu semester. Program ini akan berakhir pada Juni 2020. Setelah itu, saya akan melanjutkan semester 5 saya kembali di Surabaya. Tujuan saya mengikuti program ini karena ingin mendapat international exposure untuk CV (Curriculum Vitae).
Pada tahun 2021, saya sudah semester 6, dimana saya harus memilih peminatan jurusan untuk menentukan judul skripsi saya nanti. Untuk peminatan ini, saya memilih peminatan Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental karena ingin meneruskan studi magister profesi Psikologi Klinis. Hal ini saya lakukan agar saat menempuh studi magister, saya telah mendapatkan ilmu-ilmu dasar mengenai psikologi klinis. Kemudian, di tahun yang sama, saya mengerjakan skripsi saya sebagai persyaratan untuk lulus dari Fakultas Psikologi Universitas Airlangga.
Pada tahun 2022, saya resmi dinyatakan lulus dari Fakultas Psikologi Universitas Airlangga. Setelah lulus, saya kembali ke Jakarta dan mengikuti program magang selama 3 bulan, dari bulan Maret-Mei menjadi Content Writer yang diadakan oleh perusahaan start-up yang bergerak di bidang psikologi dan kesehatan mental seperti Riliv atau Ibunda.id. Setelah itu, saya akan mengikuti kursus IELTS atau International English Language Testing System di IALF Jakarta selama 3 bulan dari bulan Juni - Agustus 2022. Setelah mendapat skor 6.5 pada ujian IELTS, saya mendaftarkan diri untuk ikut program beasiswa tahap 2 oleh LPDP atau Lembaga Pengelola Dana Pendidikan yang disediakan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Program ini diperuntukkan bagi rencana studi/kuliah yang dimulai pada tahun akademik 2023. Selain mendaftar beasiswa LPDP, saya juga mendaftarkan diri pada beasiswa-beasiswa yang lainnya. Universitas yang saya daftarkan antara lain University College London, Humboldt Universität zu Berlin, Ruprecht-Karls-Universität Heidelberg, University of Oxford, The University of Queensland, dan University of Amsterdam.
Setelah mendaftar begitu banyak universitas, pada bulan Maret 2023, saya diterima di program studi magister Developmental Psychology and Clinical Practice di University College London. Pada bulan Maret - Agustus 2023, saya menyiapkan segala persyaratan yang dibutuhkan untuk memverifikasi kelulusan saya di University College London, seperti mengurus visa pelajar Tier 4, tes kesehatan, mencari dorm atau asrama via online, menyiapkan biaya, asuransi, dll. Pada bulan September 2023, saya terbang ke London dan mempersiapkan perkuliahan yang akan dimulai pada bulan yang sama.
Pada tahun 2024, tepatnya tahun pertama menjadi mahasiswa magister di Developmental Psychology and Clinical Practice University College London, saya menjalani hari-hari dengan kuliah yang bertempat di Anna Freud National Centre for Children and Families dan juga University College London serta mengeksplorasi kota London. Setelah 6 bulan kuliah, sekitar bulan Februari atau Maret, saya juga ingin mencari uang dengan bekerja sebagai part-timer pada sektor perdagangan atau jasa, seperti pramusaji, barista, penjaga toko, penjaga hewan peliharaan, dll. Langkah pertama yang harus saya lakukan ialah membuka link website jobsite.co.uk dan mendaftarkan diri pada pekerjaan yang sekiranya mampu dilakukan dan memilih jadwal yang tidak berbenturan dengan jadwal kuliah. Website ini merupakan web pencarian kerja yang tersedia untuk wilayah United Kingdom. Saya bekerja sebagai part-timer ini hanya sampai Juli atau Agustus 2024 atau sekitar 5-6 bulan saja karena pada bulan September 2024 telah masuk tahun kedua saya di perkuliahan.
Setelah menjalani tahun pertama kuliah, saya memasuki tahun kedua kuliah yang dimulai pada September 2024 - September 2025. Pada tahun kedua ini, University College London menyediakan program selama setahun dimana saya dan mahasiswa satu program studi akan ditempatkan di Child and Adolescent Mental Health Team (CAMHS) dan kami akan diawasi oleh praktisi yang telah berpengalaman di bidang ini. Tujuannya untuk mengembangkan keterampilan klinis inti yang relevan untuk bekerja dengan anak-anak dan keluarga. Program ini hanya dilaksanakan 2-3 hari dalam seminggu. Selama program ini berlangsung, saya menyambi dengan mengerjakan disertasi penelitian untuk syarat kelulusan saya.
Setelah menjalani proses tesis yang cukup panjang selama program Child and Adolescent Mental Health Team (CAMHS), akhirnya tesis saya selesai bulan Januari 2026. Kemudian, graduasi pada akhir bulan Juni 2026. Setelah itu, saya kembali pulang ke Jakarta pada awal Agustus. Pada bulan September-Desember 2026, saya menyiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk merintis dan membuat foundation tumbuh kembang anak. Saya mencari siapa saja yang berminat bekerjasama dengan saya. Pada tahun inilah, saya memutuskan untuk menikah dengan laki-laki yang tepat.
Pada tahun 2027 ini, saya menjalankan yayasan/foundation tumbuh kembang anak bernama "Renjana Bestari". Menurut saya, Renjana Bestari bukan hanya sekadar terdengar indah, namun memiliki makna yang cukup dalam. Renjana memiliki arti rasa hati yang kuat. Sedangkan Bestari memiliki arti luas dan dalam pengetahuan, berpendidikan baik, dan baik budi pekerti. Dengan makna ini, saya dan semua yang terlibat dalam yayasan ini berharap agar "Renjana Bestari" dapat menjadikan anak-anak serta remaja Indonesia menjadi generasi terbaik yang dapat membawa manfaat bagi dirinya sendiri, lingkungan sekitar, agama dan negara. Di tahun ini, saya mendapatkan anak pertama saya dan menjalankan peran saya sebagai ibu bagi anak saya.
Sembari menjalankan yayasan saya, pada tahun 2028, saya juga menulis buku pertama saya yang berjudul "Aku bisa, anakku luar biasa!". Buku ini berisi mengenai bagaimana orang tua dapat bersikap resiliens dalam menghadapi segala tantangan dalam merawat anak. Dalam buku itu pula, saya menyisipkan hasil-hasil fotografi yang isinya kebanyakan ialah potret ibu dengan anaknya atau keluarga yang telah saya kumpulkan sejak lama.
Setelah meluncurkan buku pertama saya, Pada tahun 2029, saya dipilih Forbes Magazine Asia untuk dimasukkan ke dalam daftar 30 Under 30. 30 Under 30 merupakan daftar orang-orang yang sukses dibidangnya masing-masing sebelum berumur 30 tahun. Setelah masuk daftar 30 Under 30, saya dipercaya untuk menjadi pembicara seminar tumbuh kembang anak dan remaja. Dan saya terus mendedikasikan diri saya untuk perkembangan anak dan remaja untuk menjadikan anak dan remaja di Indonesia mencapai kualitas terbaiknya sembari terus belajar untuk menjadi ibu yang baik untuk anak-anak saya.
Kemudian, siklus terakhir ialah destiny. Destiny disini merupakan bagaimana saya memaknai dan merayakan suatu perubahan. Pada tiap-tiap perjalanan seorang manusia, tidak luput dipikiran bahwa kita semua hanyalah manusia yang hanya mampu merencanakan. Di atas itu semua, terdapat Tuhan Yang Maha Esa yang berhak menentukan segala hal yang akan terjadi pada hidup kita. Dengan memiliki keyakinan tersebut, segala perubahan yang nantinya akan terjadi pada hidup kita harus kita terima dan syukuri. Karena Tuhan Yang Maha Esa merupakan sebaik-baiknya penentu hidup hambaNya.
Comments
Post a Comment